Misshitsu Jidai no Satsujin (密室時代の殺人) adalah seri novel detektif asal Jepang karya Danro Kamosaki. Diterbitkan oleh Takarajimasha Bunko, seri ini merupakan pemenang dari ajang bergengsi "Kono Mystery ga Sugoi!" (Misteri Ini Luar Biasa!) ke-20 untuk kategori Bunko Grand Prize. Karya ini menjadi sorotan karena keberaniannya menghidupkan kembali kejayaan "Honkaku Mystery" (misteri murni yang fokus pada teka-teki logis) dengan premis yang sangat unik dan provokatif.
Kisah ini berlatar di Jepang, di mana sebuah putusan pengadilan yang kontroversial telah mengubah wajah kriminalitas selamanya: jika sebuah pembunuhan terjadi di ruang terkunci yang sempurna dan triknya tidak dapat dipecahkan, pelakunya dianggap tidak bersalah karena kurangnya bukti fisik. Akibatnya, Jepang memasuki "Pembunuhan di Era Ruang Terkunci" di mana para pembunuh berlomba-lomba menciptakan trik yang mustahil demi mendapatkan kebebasan.
Daftar Seri dan Plot Utama
Seri ini mengikuti perjalanan Kuzushiro Kasumi, seorang pemuda yang sangat terobsesi dengan misteri ruang terkunci, dan Asahina Yozuki, teman masa kecilnya yang sering terseret dalam kasus-kasus berbahaya. Setiap volume dalam seri ini menantang pembaca dengan jumlah trik yang semakin bertambah dan setting yang klasik namun dieksekusi dengan cara yang modern.
Misshitsu Ougon Jidai no Satsujin: Yuki no Yakata to Muttsu no Torikku
Volume pertama memperkenalkan kita pada dunia di mana Mahkamah Agung telah memutuskan bahwa jika mekanisme ruang terkunci tidak terpecahkan, maka terdakwa harus dibebaskan demi asas praduga tak bersalah. Kasumi mengunjungi sebuah hotel bernama "Yukishiro-kan" yang dibangun oleh seorang penulis misteri legendaris di pegunungan bersalju.
Misshitsu Kyouran Jidai no Satsujin: Zekkai no Kotou to Nanatsu no Torikku
Melanjutkan kesuksesan volume pertama, Kasumi dan Yozuki diundang ke sebuah pulau terpencil oleh seorang miliarder yang sangat fanatik terhadap misteri. Pulau ini dirancang khusus untuk menjadi panggung "permainan pembunuhan" yang elegan. Namun, permainan tersebut berubah menjadi tragedi nyata ketika mayat-mayat mulai berjatuhan di lokasi yang mustahil untuk dimasuki maupun ditinggalkan.
Misshitsu Henai Jidai no Satsujin: Tozasareta Mura to Yattsu no Torikku
Volume ketiga membawa pembaca ke sebuah desa terpencil bernama "Yatsubako-mura" yang masih memegang teguh tradisi kuno yang menyeramkan. Di tengah festival desa yang sakral, rentetan pembunuhan terjadi di lokasi-lokasi yang dianggap keramat dan terkunci secara supranatural (menurut warga setempat).



