TS Eiseihei-san no Senjou Nikki Jilid 1: Musim Panas 1938 - 5

TS Eiseihei-san no Senjou Nikki Bab 7 ini menutup kisah jilid pertama dari pria muda yang mneguak masa lalu itu.

Musim Panas 1938 – Bagian 5

"……Marshdale."

Kota benteng Marshdale. Aku sangat mengenal nama kota itu
.

Seperti namanya, Marshdale dulunya dikenal sebagai kota dengan benteng yang tak tertembus. 

Sebuah garnisun kokoh yang memiliki tiga lapis benteng yang tebal dan kuat. 

Dan, kota itu juga merupakan panggung dari Pertempuran Penarikan Mundur Mashdale yang tersohor.

Di kota benteng yang kokoh ini, tentara Austin yang terkepung menunjukkan perlawanan mati-matian melawan invasi Sabbath. 

Sepertinya, Touri-san terlibat langsung dalam drama pertempuran tersebut.

"Aku... aku sangat mengenal kota itu."

Saat mendengar nama itu, aku merasakan sensasi merinding.

Tentu saja aku tahu Marshdale. 

Karena saat aku masih kecil, ketika orang tuaku masih hidup, aku dilahirkan dan dibesarkan di kota itu. 

Untuk melarikan diri dari kobaran api peperangan yang mendekat, orang tuaku membawaku yang masih balita keluar dari Marshdale. 

Kemudian, keluarga kami melarikan diri jauh-jauh dari Austin.

"……Siapa, ya?"

Aku merasa seolah hampir mengingat sesuatu. 

Aku merasa baru saja menyadari bahwa ada sesuatu yang telah kulupakan.

Aku pernah bertemu seseorang di sana.

Seperti apa wajahnya? Dia adalah seorang kakak perempuan dengan atmosfer misterius, ekspresinya datar seperti boneka, dan matanya selalu menatap ke suatu tempat yang jauh.

"M-muh..."

Keringat dingin bercucuran dari dahiku dan tidak mau berhenti. 

Aku tidak bisa mengingatnya. Padahal wajahnya sudah hampir terbayang,

Aku mungkin mengenalnya. 

Aku mungkin pernah bertemu dengan sosok Touri Noel ini.

Namun, aku tetap tidak bisa mengingat apa pun secara utuh. 

Fragmen-fragmen memori berkelebat di dalam kepalaku seperti lampu kilat.

Hembusan napasnya yang hangat. 

Sentuhan kulit seorang gadis kurus yang memelukku dengan lembut saat aku berlumuran lumpur.

『......Sedol-kun. Tidak boleh ya, mengotori baju sampai seperti ini.』

Sebuah suara menggema di benakku. 

Suara seseorang yang lembut, murni, dan sedikit cerewet.

『Sayurannya juga harus dimakan habis, ya. Nanti kamu tidak bisa tumbuh besar, lho.』

『Ya, anak pintar. Kamu sudah berusaha keras menghabiskannya.』

『Maafkan aku. Sebentar lagi, aku harus pergi ke tempat yang jauh lagi.』

『Jika aku berhasil pulang hidup-hidup, saat itu... tunjukkanlah wajahmu yang sudah tumbuh besar dan sehat kepadaku, ya——』

Rasa sakit yang menusuk di kepala membuat detak jantungku berpacu kencang. 

Rasa mual yang tak terlukiskan meluap, dan pandanganku berkunang-kunang hingga aku tak sanggup lagi berdiri.

"Sedol-san!? Anda kenapa?"

"……"

Tak tahan lagi, aku segera keluar dari kamar dan berlari menuju ruang medis hotel. 

Palpitasi jantung dan sakit kepala ini membuatku merasa seolah-olah akan gila.

"Tenanglah. Tidak apa-apa, tidak ada kelainan pada tubuh Anda."

"Begitu... ya."

"Atur napas Anda perlahan. Tarik napas dalam-dalam, ayo, bernapaslah."

"Baiklah."

Aku tahu. Aku mengenal sosok yang menulis catatan harian ini.

"Untuk saat ini, jangan pikirkan apa pun dan bernapaslah dengan santai."

"……"

Karena jika aku memikirkan hal itu lebih jauh lagi, kepalaku terasa seperti akan pecah.

Aku pun merebahkan diri di tempat tidur ruang medis, lalu membiarkan kesadaranku terlepas begitu saja.

About the author

Koyomin
Yomi Novel adalah blog fan translation yang menerjemahkan web novel (WN) dan light novel (LN) Jepang pilihan ke dalam Bahasa Indonesia. Nikmati kisah fantasi, romansa, hingga dark story dengan terjemahan berkualitas dan update rutin.

Posting Komentar