Masquerade Confidence: Sagishi wa Shoujo Jilid 2 Epilog

Kesimpulan dari pertempuran Linus melawan Fran si Elf misterius kini mencapai titik terang, bagaimana kisah kelanjutannya. Silahkan cek Raw Jepang ya.

Epilog

Dan kemudian, aku mati.

Aku tidak tahu ke mana perginya orang yang sudah mati, tapi bagi orang sepertiku, ketenangan mungkin bukanlah sesuatu yang dijamin. Namun, andai aku diizinkan……

Di tengah kegelapan, aku memicingkan mata seraya berdoa, berharap bisa melihat wajahnya walau hanya sekilas.

Tepat pada saat itu, aku menyadari kelopak mataku bergerak, lalu perlahan merasakan kembali keberadaan tubuhku.

Saat membuka mata, dugaanku terbukti; tempat ini bukanlah dunia setelah kematian.

Karena itulah, sosok yang berada di sana bukanlah Nee-san, melainkan—

"Chro…… nica……"

"Aku meminumkan darahku kepadamu."

Gadis bermata heterokromia (odd-eye) yang rambut seputih salju bernoda merahnya menjuntai itu menatapku dengan mata sembap karena menangis.

"Jantungmu…… sempat berhenti berdetak. Tapi, berkat memori milik Raja yang kupindahkan kepadamu, tubuhmu mengalami mutasi menjadi mirip seperti kaum bangsawan…… Jadi aku berpikir, jika aku bergegas meminumkan darahku, mungkin semua ini bisa diatasi……"

Di belakang kepalaku, terasa sentuhan lututnya yang terhalang selembar rok—aku sedang dipangku (hizamakura) olehnya. Baru saja aku hendak mengucapkan terima kasih, tiba-tiba—

Paras tenangnya yang kini telah sembap berantakan langsung menghujaniku dengan air mata dan untaian kata yang emosional.

"Dasar bodoh…… bangsat, sampah, pembohong…… Padahal kau sudah bilang tidak akan mati."

"Tapi aku tidak mati, kan? Hasil akhirnya begitu."

"……Justru karena itu, kau tadi hampir mati tahu!"

Bingung harus merespons bagaimana, untuk sementara aku memilih bangkit dan menegakkan tubuhku. Geladak besi hitam yang miring dan terpapar sinar senja yang merah merona kini tampak berantakan bagai bak pasir tempat balita mengamuk.

"──Ternyata kamu masih hidup, ya, Tuan Linus."

Anahito, yang mendadak muncul dari belakangku masih dengan gaun pengantinnya, menyerahkan secangkir air yang langsung kuterima.

Di samping tempatku bangkit berdiri, Evelyn dan Patricia juga tampak terbaring. Melihat dada mereka yang naik-turun secara teratur, tampaknya mereka berdua baik-baik saja. Dan, sosok yang dibaringkan tepat di sebelah mereka adalah—

"……Kau, setelah ini, apa yang akan kau lakukan?"

"Entahlah, aku tidak tahu. Perusahaan pasti akan menjadi sangat kacau. Aku yang telah kehilangan sosok pelindung juga tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini."

Namun, sambil berkata demikian, Anahito mengusap dahi ayahnya yang tengah tertidur dengan tenang, penuh dengan kasih sayang.

"Karena aku telah dibuat berjanji, aku akan mencoba melanjutkan hidup demi menantikan hal tersebut. ……Benar kan, Chronica?"

Mendengar kata-kata Anahito, gadis yang menoleh ke arahnya itu menyeka air matanya lalu tersenyum.

──Tepat pada saat itulah.

"Yaa-ho. Maaf ya kalau mengganggu suasana haru kalian, tapi boleh aku ikut gabung?"

Mendengar ketukan suara langkah sepatu yang mendadak muncul dari arah samping, jantungku kali ini benar-benar hampir copot.

Di gaun hitam miliknya, dari bagian dada hingga ke rusuk, memang tercetak jelas bekas luka tebasan yang merobeknya, tapi……

Elf yang mengerikan itu berdiri tegak di sana dengan raut wajah ceria, tampak segar bugar tanpa kurang suatu apa pun.

"Aduh~ aku juga baru saja sadar beberapa saat yang lalu, lho. Fufu, boleh juga kemampuanmu, Kakak Tampan. Berani-beraninya aku dikalahkan oleh seorang manusia biasa…… Tapi tenang saja, kok. Aku sudah tidak punya niat untuk membunuh kalian lagi."

Sama sekali tidak ada alasan bagiku untuk memercayai perkataannya yang terdengar seperti seekor kucing yang suka berubah-ubah suasana hati itu.

Aku dan Chronica, barangkali secara tidak sadar, saling menggenggam erat tangan kami yang menegang.

Seolah mengejek sekaligus menyayangi kami yang bertingkah seperti itu, sepasang netra hijau tua miliknya menyipit membentuk seringai tipis.

"Aku serius, lho. Lagipula, kontrak dengan Ragnadan sudah tidak ada artinya lagi sekarang setelah bajingan itu mati. Bagaimanapun juga, bagi pihak kami, bisa mendapatkan perusahaan yang telah kehilangan pemiliknya ini sudah lebih dari cukup. Daripada hal itu, seorang bangsawan yang bisa mengintervensi Jaringan Jukai, ditambah seorang penipu yang sanggup menumbangkan aku. Fufu, fufufu, hahaha…… Menarik, ini benar-benar menarik! Karena itulah, aku sudah memutuskan."

Kemudian, dari balik lengan bajunya, Fran mengeluarkan dua lembar kartu nama.

"Izinkan aku memperkenalkan diri sekali lagi. Namaku Fran, Staf Anggota Nomor 44 dari Bank Supranasional Unseen Co., Ltd."

Melihatnya mengulurkan kartu tersebut dengan kedua tangan—lengkap dengan nada suara yang dibuat sesantun mungkin dan senyuman khas bagian pemasaran—aku mendadak teringat sesuatu.

Ah, kalau dipikir-pikir kembali, bukankah sejak awal aku……

……memang sedang mencari sosok rekan kerja sama dalam perjalanan ini demi menyelamatkan Chronica?

"Perkenankan aku bertanya kepada kalian berdua secara mendadak──apakah Kalian berminat untuk menjalin kontrak dengan bank kami?"

About the author

Koyomin
Yomi Novel adalah blog fan translation yang menerjemahkan web novel (WN) dan light novel (LN) Jepang pilihan ke dalam Bahasa Indonesia. Nikmati kisah fantasi, romansa, hingga dark story dengan terjemahan berkualitas dan update rutin.

Posting Komentar