Victoria of Many Faces Jilid 2 Cerita Bonus 1

Di sebuah desa kecil di kerajaan ini, hiduplah sepasang suami istri yang mengelola sebuah toko kecil. Sang suami bernama Elmer, dan istrinya Violet.

Tefuda ga Oome no Victoria 2 - Seorang Anak Laki-Laki dan Ibunya

Kisah ini terjadi lebih dari seabad yang lalu.

Di sebuah desa kecil di kerajaan ini, hiduplah sepasang suami istri yang mengelola sebuah toko kecil. Sang suami bernama Elmer, dan istrinya bernama Violet. Mereka memiliki seorang putra bernama Jack.

 

“Ibu! Ibu!”

“Ada apa? Kenapa kau berteriak seperti itu?”

“Bob dari toko penjahit akan pergi ke ibu kota bersama ayahnya! Bukankah dia beruntung? Aku juga ingin pergi! Apakah Ibu pernah ke ibu kota?”

“...Ya.”

“Benarkah? Seperti apa rasanya?”

“Yah, itu tempat yang sangat ramai dengan banyak orang dan toko-toko.”

“Lalu apa lagi?”

“Ibu tidak terlalu tahu banyak hal lain tentang itu. Maafkan Ibu.”

“Aku sangat ingin pergi ke sana. Aku dengar festival di sana sangat besar! Aku ingin sekali pergi ke sana suatu hari nanti.”

“Ibu belum pernah ke festival, jadi Ibu tidak tahu.”

“Oh…”

Dengan itu, Jack menyerah untuk bertanya lebih lanjut.

Setiap kali ia bertanya kepada orang tuanya tentang kehidupan mereka sebelum datang ke pemukiman itu, mereka selalu memberikan jawaban yang samar. Mungkin ada sesuatu yang tidak ingin mereka bicarakan.

Ibunya duduk di kursi kayu biasa sambil menjahit dengan tenang. Ia tampak rapuh dan tidak bisa melakukan banyak pekerjaan berat, tetapi ia bekerja keras mengelola rumah tangga dan melayani pelanggan mereka.

Ayahnya adalah pria yang serius dan pekerja keras yang sangat mencintai ibunya. Teman-teman Jack selalu menggodanya dan mengatakan bahwa orang tuanya bertingkah seperti pengantin baru, tetapi Jack pikir sangat luar biasa melihat betapa dekatnya mereka.

“Hei, Ibu. Tidakkah Ibu pernah ingin pergi ke ibu kota kerajaan? Tidakkah Ibu merasa bosan tinggal di sini, di tempat terpencil seperti ini?”

“Tidak, Jack. Setiap hari yang Ibu habiskan di sini bersama ayahmu terasa seperti di surga. Ibu mencintai tempat ini. Ibu suka berjalan-jalan di hutan, memancing di sungai, dan mengumpulkan kacang kenari serta kastanye untuk dimasak. Sangat menyenangkan sampai Ibu tidak pernah bosan. Dan Ibu bisa melahirkanmu serta membesarkanmu di sini, Jack. Ibu tidak bisa melukiskan kebahagiaan itu dengan kata-kata.”

 

Ibunya selalu membicarakan hal-hal sederhana seolah-olah tidak ada hal lain yang bisa membuatnya lebih bahagia. Setiap kali Jack mendengarnya berbicara seperti itu, ia bertanya-tanya kesulitan seperti apa yang pernah dihadapi ibunya sebelum menikah.

“Yah, kalau aku sudah besar nanti, aku ingin bekerja di kota besar. Mungkin di ibu kota atau tempat lain. Aku ingin melihat dunia. Tapi Ibu dan Ayah akan kesepian jika aku pergi, bukan?”

Ibunya hanya memberinya senyum tenang yang samar sembari memikirkannya.

Beberapa waktu kemudian, saat Jack sudah lupa bahwa ia pernah menanyakan hal itu, ibunya memberikan jawabannya.

“Pergilah ke mana pun kau mau, Jack. Kau hanya punya satu nyawa untuk dijalani. Jadi, kau harus pergi ke mana pun hatimu membawamu, melihat semua yang ingin kau lihat, membangun keluarga dengan seseorang yang kau cintai, dan hidup dengan bebas.”

“Tapi bagaimana kalau nanti Ibu dan Ayah bertambah tua? Aku anak tunggal. Apa yang akan terjadi nanti?”

“Jangan khawatir. Ketika salah satu dari kami meninggalkan dunia ini lebih dulu, kami hanya akan menunggu satu sama lain di taman para dewa. Tidak peduli seberapa luas tempat itu, Ibu tahu kau akan menemukan ayahmu di sana, dan dia akan menemukan Ibu. Kami akan hidup bahagia bersama lagi. Jadi, jangan cemaskan kami.”

“Ibu benar-benar mencintai Ayah, ya?”

Ibunya memberikan senyum hangat dan melanjutkan memperbaiki pakaian kerja ayahnya. “Ya, Ibu sangat mencintainya. Dia seperti dewa bagiku. Dia baik, bijaksana, kuat, dan bisa melakukan apa saja. Ibu sangat beruntung bisa menjadi istrinya.”

“Iya, iya. Aku sudah paham!”

Jack pikir itu sangat aneh. Ayahnya adalah pria yang bisa diandalkan, tetapi penampilannya cukup biasa saja. Di sisi lain, ibunya sangat cantik sehingga bahkan saat ia mengenakan pakaian tua yang pudar, ia tampak seperti bersinar. Jika ia tinggal di ibu kota, ia mungkin bisa menikah dengan orang kaya dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik.

Namun, Jack merasa bersyukur bahwa orang tuanya masih bersama ketika ia mendengar teman-temannya bercerita tentang bagaimana orang tua mereka tidak akur.

Sepuluh tahun kemudian, Jack menikah pada usia dua puluh dua tahun dan meninggalkan pemukiman itu bersama istrinya.

Dalam perjalanan kereta kuda menuju rumah baru mereka, Jack teringat kembali pada hal terakhir yang dikatakan ayahnya kepadanya. “Dengarlah, Jack. Lebih baik jika kau tidak usah kembali. Jangan cemaskan kami. Ibu dan Ayah akan saling mendukung. Kami juga punya seluruh pemukiman yang bisa membantu. Kau fokuslah menjalani hidupmu sendiri dengan sepenuh hati.”

“Jalani hidup sepenuh hati. Tidakkah menurutmu itu agak dramatis?” gumam Jack kepada istri barunya sambil membuka bungkusan makan siang yang diberikan ibunya. “Oh, daging menjangan panggang dan empat telur rebus! Dan roti putih dengan selai stroberi liar. Ibu benar-benar menyiapkan bekal yang mewah untuk kita.”

Istri mudanya tersenyum di sampingnya. “Daging menjangan panggang ibumu sangat lezat. Aku ingin pernikahan kita seperti orang tuamu, Jack. Aku selalu berpikir mereka adalah pasangan yang sangat luar biasa.”

“Aku tahu. Mereka masih bertingkah seperti pengantin baru, bahkan setelah bertahun-tahun. Aku ingin kita juga bisa sedekat itu.”

Kereta yang membawa pengantin baru itu terus melaju dalam perjalanannya menuju ibu kota.

 

Setelah itu, Jack selalu mengirim surat ke rumah setiap tahun, tetapi ayahnya selalu membalas dengan pesan yang sama:

Jangan cemaskan kami. Tidak perlu kembali. Cukup jaga keluargamu dan jalanilah hidup yang bahagia.

About the author

Koyomin
Yomi Novel adalah blog fan translation yang menerjemahkan web novel (WN) dan light novel (LN) Jepang pilihan ke dalam Bahasa Indonesia. Nikmati kisah fantasi, romansa, hingga dark story dengan terjemahan berkualitas dan update rutin.

Posting Komentar